Labbaikallahumma Labbaik Labbaika Laa Syarikalaka Labbaik Innalhamda Wan Ni’mata Laka Wal Mulk Laa Syarikala

Berbahagialah, keluarga yang tahun 2016/ 1437 H ini berkesempatan menunaikan rukun Islam kelima -melaksanakan ibadah haji ke tanah suci Makkah, Arab Saudi, siapapun yang berangkat. Apakah dirinya; sendirian, bersama istri/ suami, bersama anak, orangtua, mertua, saudara, pasti akan merasakan kebahagiaan, kadang dibarengi tangis haru. Bahkan jiran-tetangga, pun akan turut merasakan hal yang sama.

Begitu banyak cerita, bagaimana seseorang akhirnya dapat menunaikan ibadah haji. Ada yang begitu nampak mudah jalannya, banyak juga yang harus melalui perjuangan -dengan menabung hingga lebih duapuluh tahun lamanya. Cerita itu akan bermanfaat positif, apabila menumbuhkan niat, tekad, dan langkah nyata -bagi yang belum, dan berniat untuk menunaikan ibadah haji pada kesempatan berikutnya.

Di Batam -kabarnya, apabila seseorang akan menunaikan ibadah haji, mendaftar tahun 2016 ini, maka akan masuk daftar tunggu sampai sekitar 17 tahun, ya, 17 tahun. Ada yang lebih singkat, dengan yang dikenal ONH Plus atau istilah lain, namun itu pun daftar tunggu antara tiga sampai lima tahun, dan biayanya, bisa tiga sampai enam kali ONH reguler. Tergantung daerahnya, karena dibagi proporsional berdasarkan kuota yang diterima, dan jumlah penduduk di suatu propinsi.

Ini ada cerita -kejadiannya tahun lalu. Seperti dituturkan seorang sopir taksi saat bincang menunggu waktu shalat Isya di Masjid Jabal Arafah Batam. Sang sopir, sedang mengantarkan sepasang suami-istri, yang baru kembali setelah menunaikan ibadah haji. Mereka berasal dari Pekanbaru embarkasi Batam, yang siang hari baru tiba dan masuk Asrama Haji di Batam Centre. Mereka menyewa taksi minta diantarkan ke Masjid Jabal Arafah, untuk menunaikan shalat Isya berjamaah.

Sang sopir menawarkan, apakah akan sekalian belanja oleh-oleh. “Oh, itu besok pagi aja, sewa taksi ini lagi, untuk berbelanja sekedar oleh-oleh dari Batam.” Begitu kira-kira jawab Wak Haji. Mau tahu, berapa sewa taksi dari Asrama Haji ke Masjid Jabal Arafah? “Seratus lima puluh ribu, Bang. Kan pp dan malam hari.”  ‘Terus untuk besok berapa sewanya?’ Pertanyaan spontan meluncur. “Sama aja Bang, kan siang panas dan jalan banyak macet, nunggu belanja pula.” Iya deh…