Menengok sejenak kepada latar belakang sejarah pembangunan Masjid Jabal Arafah Batam, yang telah dirancang secara detail, di atas lahan berkontur seluas 4.607 meter persegi. Proses perijinan selesai sampai diperoleh Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) untuk bangunan 4 lantai pada akhir Juni 2011.

Dalam waktu yang relatif singkat, sekitar 10 bulan, diawali pengukuran dan pematangan lahan, dilanjutkan pekerjaan pemasangan bored pile, pengecoran pile caps, pengecoran kolom dan lantai, pekerjaan arsitektur hingga finishing -dan selesai untuk pembangunan tahap pertama, dengan mulai digunakannya Masjid Jabal Arafah Batam untuk shalat Jumat pertama kali pada tanggl 13 Agustus 2012.

RUANG UTAMA MASJID – dengan kapasitas sekitar 900 orang shalat berjamaah -yang sekarang digunakan, adalah sebenarnya kelak akan merupakan ruang serbaguna. Kemudian hari, setelah pembangunan tahap akhir selasai, maka ruang utama masjid akan berada di lantai dua dan lantai tiga, di atas ruang serbaguna. Adapun ruang lantai empat difungsikan sebagai kantor dan ruang pertemuan.